Audiensi Massa Aksi dengan Rektorat berbuah Manis

Audiensi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Universitas Bengkulu dengan Rektor Universitas Bengkulu di Ruang Rapat 1 pada Jumat (6/4) mendapatkan hasil manis dan menemukan titik terang. Rektor bersama dengan 25 perwakilan mahasiswa dari peserta aksi telah menyepakati bersama apa yang menjadi tuntutan aksi.

Setelah sebelumnya dilakukan audiensi yang cukup menyita waktu, Rektor ditemani dengan petinggi lainnya bersama 25 perwakilan masa akhirnya mendapatkan hasil. Hasil tersebut kemudian disampaikan langsung oleh Rektor kepada peserta aksi yang sejak pagi berada di depan Rektorat. Adapun hasil audiensi yang berhasil disepakati bersama ialah:

  1. Mengenai tuntutan perihal transparansi dana kegiatan kemahasiswaan dan penyusunan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) kemahasiswaan, diperoleh hasil bahwa pihak Rektorat telah menyampaikan anggaran dana diranah Universitas, dan untuk anggaran Fakultas akan disampaikan oleh Dekan dan Wakil Dekan dari masing-masing Fakultas.
  2. Mengenai tuntutan fungsi anggaran Dewan Perwakilan Mahasiswa KBM UNIB, diperoleh hasil bahwa pihak Rektorat menyepakati pengembalian kembali fungsi anggaran kepada Dewan Perwakilan Mahasiswa KBM UNIB dalam mengatur pendanaan organisasi kemahasiswaaan.
  3. Mengenai tuntutan terkait pemenuhan kebutuhan fasilitas akademik dan kemahasiswaan, diperoleh hasil bahwa pihak Rektorat akan memberikan instruksi kepada Dekan dan Wakil Dekan di tiap Fakultas untuk menindak lanjuti fasilitas akademik dan kemahasiswaan ditiap Fakultas dan pihak Rektorat akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak fakultas-fakultas yang ada di Universitas Bengkulu pada 18 April mendatang dengan pokok pembahasan fasilitas kampus dan anggaran dana.
  4. Mengenai tuntutan persyaratancum laude, dijelaskan bahwa syarat tersebut sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (RISTEKDIKTI) sehingga peraturan tersebut harus diikuti. Akan tetapi pihak Rektorat akan segera melakukan kajian ulang terkait peraturan ini selambat-lambatnya 20 April bersama dengan para petinggi lainnya.
  5. Mengenai tuntutan janji Rektor yang belum terealisasi sesuai dengan nota kesepakatan sebelumnya mengenai persoalan kegiatan pada malam hari yang awalnya dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB, diperoleh hasil bahwa kegiatan bisa dilanjutkan hingga pukul 22.00 WIB dengan catatan mendapatkan izin dari pihak Universitas. Dalam hal ini kegiatan yang dimaksud hanya untuk kegiatan seperti musyawarah kerja nasional, pagelaran seni, konser stand up comedy dan lain-lain. Peraturan ini tidak berlaku untuk kegiatan yang bersifat umum. Perihal SOP peminjaman Gedung dan juga Bus kampus pun sudah dikeluarkan dan bisa dilihat dibagian Kassubag Rumah tangga.

 

Pembahasan juga berlanjut pada penambahan fasilitas di Pusat kegiatan Mahasiswa (PKM) seperti kursi, LCD, Sound dan fasilitas permanen lainnya dan akan terealisasikan selambat-lambatnya Desember 2018. Untuk Fasilitas kampus yaitu lahan gedung Penjas yang masih bersengketa masih dalam proses penyelesaian. Apabila mendapatkan persetujuan Dirjen Dikti, maka perbaikan fasilitas yang ada di Penjas  akan dilakukan pada tahun 2018 ini. Namun jika belum disetujui oleh Dirjen Dikti, perbaikan akan dilakukan tahun 2019 mendatang.

Tuntutan mengenai keamanan parkir pun mendapatkan respon dari Rektor, beliau bersama pejabat tinggi lainnya akan merumuskan sistem keamanan yang dianggap cocok dan aman untuk Universitas Bengkulu, beliau pun menghimbau agar mahasiswa turut berpartisipasi menjaga fasilitas kampus yang telah ada.

Dipihak lain, selaku koordinator lapangan  Abdurrahman Sholeh mengatakan bahwa bersama dengan BEM selingkup UNIB siap mengawal tuntutan sampai selesai. “Untuk hasil audiensi telah ada nota kesepakatan antara pihak birokrasi bersama dengan Aliansi Mahasiswa UNIB, dan akan kami kawal poin apa saja yang telah disepakati oleh kedua belah pihak” ujar Abdurrahman Sholeh.

 

unibkita.com

Leave a Comment

Your email address will not be published.